Sabtu, 25 April 2009

Cara Menghindari Kerusakan Gigi

gula

Sikat gigi bukanlah satu-satunya senjata yang mampu melindungi gigi Anda. Pola makan Anda juga bisa membantu! Selain menggosok gigi dan menggunakan benang gigi, makanan yang sehat (dengan fluorida tambahan atau alami) akan melindungi gigi dari kebusukan dan juga membantu menjaga kesehatan gusi.

Kebusukan gigi (lubang dan karies gigi) dan penyakit gusi disebabkan oleh koloni bakteri yang selalu melapisi gigi dengan lapisan tipis yang disebut plak. Jika plak ini tidak dibersihkan, bakteri yang ada akan memecah gula dan zat tepung dalam makanan yang akan menghasilkan asam yang merusak enamel gigi. Plak dapat mengeras menjadi tartar, yang dapat menyebabkan radang gusi, yang dikenal sebagai gingvitis.
Diet yang seimbang akan memberikan mineral, vitamin, dan berbagai zat gizi yang penting untuk kesehatan gigi dan gusi. Fluorida, yang sering muncul di berbagai makanan dan air, dapat membantu memerangi kerusakan gigi. Hal ini dapat mengurangi tingkat kerusakan sampai dengan 60%. Dental Health Guidelines dimulai dengan mengingatkan untuk makan dengan benar selama masa kehamilan. Pastikan bahwa gigi anak anda memiliki awal yang baik dengan makan makanan yang sehat selama kehamilan. Hal yang penting adalah kalsium, yang akan membantu membangun gigi dan tulang yang kuat. Serta vitamin D, yang dibutuhkan untuk menyerap kalsium.

Anda akan membutuhkan sejumlah besar kalsium untuk gigi dan tulang yang kuat. Produk susu rendah lemak, susu kedelai, salmon kaleng dan sardin (dengan tulang), almond, sayuran hijau adalah sumber kalsium yang baik. Vitamin D diperlukan untuk menyerap kalsium. Vitamin D didapat dari susu cair, susu kedelai, margarin, ikan berlemak: salmon, atau sinar matahari.

Kuncinya adalah fluorida. Lubang gigi dapat dicegah dengan memberikan fluorida kepada anak-anak dalam tahun-tahun pertama kehidupan mereka. Fluorida didapat dari air, teh, ikan, dan berbagai merek pasta gigi dan mouthwash. Berhati-hatilah untuk asupan fluorida, karena fluorida dapat menyebabkan gigi menjadi belang.

Selain ketiga hal di atas, dibutuhkan juga fosfor, magnesium, vitamin A dan beta karoten. Fosfor banyak ditemukan dalam daging, ikan dan telur, magnesium ditemukan di biji-bijian, bayam dan pisang. Vitamin A juga dibutuhkan untuk membangun gigi dan tulang yang kuat. Sumber beta karoten, yang diubah menjadi vitamin A oleh tubuh, adalah buah berwarna oranye, sayuran berwarna hijau dan oranye.

Anak-anak sangat mudah terserang kerusakan gigi, sehingga sebaiknya mulai kecil anak diajari untuk makan makanan yang baik bagi kesehatan gigi dan gusi. Bantu anak untuk menggosok gigi sampai mereka mampu melakukannya sendiri (usia 6 sampai 7 tahun). Pastikan bahwa anak selalu menggosok gigi dan menggunakan benang gigi seterusnya. Jangan biarkan botol susu ditinggal bersama bayi (karena mengandung laktosa), juga jangan biarkan botol jus atau minuman manis yang lain. Jangan pernah mencelupkan dot bayi ke madu atau sirup.



Minggu, 19 April 2009

Sidaguri (Sida Rhombifolia)

sidoguri


Sinonim : S. alnifolia Lour., S. phillippica DC., S. retusa L., S. semicrenata Link., S. spinosa L.

Familia : Malvaceae


Uraian :
Sidaguri tumbuh liar di tepi jalan, halaman berrumput, hutan, ladang, dan tempat-tempat dengan sinar matahari cerah atau sedikit terlindung. Tanaman ini tersebar pada daerah tropis di seluruh dunia dari dataran rendah sampai 1.450 m dpl. Perdu tegak bercabang ini tingginya dapat mencapai 2 m dengan cabang kecil berambut rapat. Daun tunggal, letak berseling, bentuknya bulat telur atau lanset, tepi bergerigi, ujung runcing, pertulangan menyirip, bagian bawah berambut pendek warnanya abu-abu, panjang 1,5-4 cm, lebar 1--1,5 cm. Bunga tunggal berwarna kuning cerah yang keluar dari ketiak daun, mekar sekitar pukul 12 siang dan layu sekitar tiga jam kemudian. Buah dengan 8--10 kendaga, diameter 6--7 mm. Akar dan kulit sidaguri kuat, dipakai untuk pembuatan tali. Perbanyakan dengan biji atau setek batang.



NAMA LOKAL

Nama Daerah
- Sumatera : guri, sidaguri, saliguri.
- Jawa : sadagori, sidaguri, otok-otok, taghuri, sidagori.
- Nusa Tenggara : kahindu, dikira.
- Maluku : hutu gamo, bitumu, digo, sosapu.

Nama Asing
Huang hua mu (C), walis-walisan (Ph), sida hemp, yellow barleria (I).

Nama Simplisia
Sidae rhombifoliae Herba (herba sidaguri), Sidae rhombifoliae radix (akar sidaguri).


Penyakit Yang Dapat Diobati :
Herba sidaguri rasanya manis, pedas, sifatnya sejuk, masuk meridian jantung, hati, paru-paru, usus besar, dan usus kecil. Sidaguri berkhasiat antiradang, penghilang nyeri (analgesik), peluruh kencing (diuretik), peluruh haid, dan pelembut kulit. Akar rasanya manis, tawar, sifatnya sejuk. Merangsang enzim pencernaan, mempercepat pematangan bisul, antiradang, dan abortivum.


PEMANFAATAN

Bagian Yang Digunakan
Seluruh tumbuhan di atas tanah (herba) dan akar dapat digunakan sebagai obat. Bisa digunakan segar atau yang telah dikeringkan.


INDIKASI

Herba digunakan untuk mengatasi:

- Influenza
- Demam
- Radang amandel (tonsilitis)
- Difteri
- TBC kelenjar (scrofuloderma)
- Radang usus (enteritis)
- Disentri
- Sakit kuning (jaundice)
- Malaria
- Batu saluran kencing
- Sakit lambung
- Wasir berdarah
- Muntah darah
- Terlambat haid
- Cacingan.


Akar digunakan untuk mengatasi :

- Influenza
- Sesak napas (asma bronkhiale)
- Disentri
- Sakit kuning
- Rematik gout
- Sakit gigi
- Sariawan
- Digigit serangga berbisa
- Kurang nafsu makan
- Susah buang air besar (sembelit)
- Terlambat haid
- Bisul yang tak kunjung sembuh.


Bunga digunakan untuk obat luar pada :
Gigitan serangga


CARA PEMAKAIAN

Utuk diminum airnya, rebus herba kering (15--30 g) atau herba segar (30-60 g). Jika menggunakan akar, dosisnya 10-15 g, atau menggunakan takaran besar sebanyak 30--60 g, rebus, Ialu minum airnya.

Untuk pemakaian luar, tempelkan herba segar atau akar yang telah digiling halus ke bagian tubuh yang sakit, seperti bisul, koreng, TBC kelenjar, gigitan ular. Selain itu, bisa juga direbus, gunakan airnya untuk mencuci ekzema pada kantung buah zakar atau untuk mandi pada cacar air.


CONTOH PEMAKAIAN

(1). Rematik
Rebus herba sidaguri kering (30 g) dengan tiga getas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan,minum sehari dua kali, masing-masing setengah gelas. Cuci akar sidaguri kering (30 g), lalu iris tipistipis. Rebus dengan tiga gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum sehari dua kali, masing-masing setengah gelas.

(2). Bisul kronis

Untuk obat yang diminum, iris tipis batang dan akar sidaguri kering (60 g). Tambahkan gula merah (30 g) dan air matang secukupnya sampai simplisia terendam seluruhnya, lalu tim. Setelah dingin, minum airnya sekaligus.

Untuk obat luar, cuci lima jari akar sidaguri, lalu tumbuk halus. Tambahkan air garam secukupnya sambil diremas. Gunakan ramuan ini untuk menurap bisul, lalu balut. Lakukan dua kali sehari.

(3). Ekzema
Cuci herba sidaguri segar (60 g), lalu potong-potong seperlunya. Masukkan ke dalam mangkuk, tambahkan air masak sampai terendam seturuhnya dan tim. Setelah dingin, minum airnya.

(4). Kulit gatal, kurap pada kepala
Cuci daun sidaguri segar secukupnya, lalu tumbuk halus. Tambahkan minyak kelapa, lalu aduk sampai merata. Oleskan pada kulit yang gatal atau kurap. Ulang sehari tiga kali, sampai sembuh.

(5). TBC kelenjar
Untuk obat yang diminum, cud herba sidaguri segar (60 g), lalu potong-potong seperlunya. Tambahkan daging (60 g), lalu tim. Setelah dingin, minum airnya dan dagingnya dimakan. Untuk obat luar, giling daun segar sampai halus, lalu tempelkan pada kelenjar limfe yang membesar.

(6). Terlambat haid
Cuci akar sidaguri (30 g), lalu cincang halus. Tambahkan daging (30 g), lalu rebus. Setelah dingin, minum airnya dan makan dagingnya. Lakukan selama beberapa hari.

(7). Cacing keremi
Cuci daun sidaguri segar (setengah genggam), lalu giling sampai halus. Tambahkan tiga perempat cangkir air matang dan sedikit garam, lalu peras dengan kain. Minum air saringannya sekaligus. Lakukan dua kali sehari.

(8). Sesak napas (asma)
Potong tipis akar sidaguri (60 g), tambahkan gula pasir (30 g), lalu rebus dengan tiga gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum sehari dua kali, masing-masing setengah gelas.

(9). Perut mulas
Kunyah akar sidaguri dan jahe secukupnya, lalu telan airnya. .

(10). Sakit gigi
Kunyah akar sidaguri secukupnya dengan gigi yang sakit.

(11). Luka berdarah
Cuci akar sidaguri segar secukupnya, lalu tumbuk sampai halus. Tempelkan pada luka yang berdarah, lalu balut.


Catatan
Perempuan hamil dilarang menggunakan tumbuhan obat ini.


KOMPOSISI

Daun mengandung alkaloid, kalsium oksalat, tanin, saponin, fenol, asam amino, dan minyak asiri. Banyak mengandung zat phlegmatik yang digunakan sebagai peluruh dahak (ekspektoran) dan pelumas (lubricant).

Batang mengandung kalsium oksalat dan tanin.

Akar mengandung alkaloid, steroid, dan efedrine.

Minggu, 05 April 2009

Tapak Liman (Elephantopus Scaber)

tapakliman

Sinonim : Asterocephalus cochinchinensis, Scabiosa cochinchinensis

Familia : Compositae (Asteraceae)


Uraian :

Tumbuh liar di lapangan rumput, pematang, kadang-kadang ditemukan dalam jumlah banyak, terdapat di dataran rendah sampai dengan 1.200 m di atas permukaan laut. Terna tahunan, tegak, berambut, dengan akar yang besar, tinggi 10 cm - 80 cm, batang kaku berambut panjang dan rapat, bercabang dan beralur. Daun tunggal berkumpul di bawah membentuk roset, berbulu, bentuk daun jorong, bundar telur memanjang, tepi melekuk dan bergerigi tumpul. Panjang daun 10 cm - 18 cm, lebar 3 cm - 5 cm. Daun pada percabangan jarang dan kecil, dengan panjang 3 cm - 9 cm, lebar 1 cm - 3 cm. Bunga bentuk bonggol, banyak, warna ungu. Buah berupa buah longkah. Masih satu marga tetapi dari jenis lain, yaitu Elephantopus tomentosa L., mempunyai bunga wama putih, bentuk daun bulat telur agak licin, mempunyai efek therapy yang sama, tapi khasiat penurun panas dan anti radang kurang poten. Lebih sering digunakan pada rheumatic dan anti kanker.




Nama Lokal :

- Tapak liman (Indonesia)
- Tutup bumi (Sumatera)
- Balagaduk, jukut cancang, tapak liman (Sunda)
- Tampak liman, tapak tangan, talpak tana (Madura)
- Ku di dan (China)



Penyakit Yang Dapat Diobati :


Influenza, demam, Amandel, Radang tenggorokan, Radang mata; Dysentery, diare, gigitan ular, Batuk, Sakit kuning, Busung air; Radang ginjal, Bisul, Kurang darah, radang rahim, Keputihan.


PEMANFAATAN

Bagian Yang Dipakai

Seluruh tanaman, cuci, keringkan.


Kegunaan :

1. Influenza, demam, peradangan amandel, radang tenggorok, radang
mata.
2. Dysentery, diare, gigitan ular.
3. Epidemic encephalitis B., batuk seratus hari (Pertusis).
4. Sakit kuning, memperbaiki fungsi hati, busung air (ascites).
5. Radang ginjal yang akut dan kronik.
6. Bisul, eksema.
7. Kurang darah (anemia), radang rahim, keputihan.
8. Mempermudah proses kelahiran, pengobatan sesudah bersalin.
9. Pelembut kaki, peluruh dahak, peluruh haid, pembersih darah,
pengelat.





Cara Pemakaian :

(1). Hepatitis
120-180 gram akar segar + daging, rebus, minum, selama 4-5 hari

(2). Biri-biri
30-60 gram seluruh tanaman, 60-120 gram tahu, air secukupnya ditim, makan.

(3). Perut kembung
60 gram batang direbus, dibagi 2 kali minum.



KOMPOSISI

Sifat Kimiawi Dan Efek Farmakologis

Rasa pahit, pedas, sejuk. Penurun panas, Antibiotik, anti radang, peluruh air seni, menghilangkan pembengkakan, menetralkan racun.


Kandungan Kimia

Daun : Epifriedelinol, lupeol, stiqmasterol, triacontan-1-ol, dotria-contan-1-ol, lupeol acetate, deoxyelephantopin, isodeoxyelephantopin,

Bunga : Luteolin-7-glucoside.




Selasa, 24 Maret 2009

Salam (Syzygium Polyanthum)

salam

Sinonim : Eugenia polyantha, E. lucidula

Familia : Myrtaceae


Uraian

Salam tumbuh liar di hutan dan pegunungan, atau ditanam di pekarangan dan sekitar rumah. Tanaman ini dapat ditemukan dari dataran rendah sampai pegunungan dengan ketinggian 1,800 m dpi. Pohon bertajuk rimbun, tinggi mencapai 25 m, berakar tunggang, batang bulat, permukaan licin. Daun tunggal, letak berhadapan, bertangkai yang panjangnya 0,5-1 cm. Helaian daun bentuknya lonjong sampai elips atau bundar telur sungsang, ujung meruncing, pangkal runcing, tepi rata, panjang 5-15 cm, lebar 3-8 cm, pertulangan menyirip, permukaan atas licin berwarna hijau tua, permukaan bawah warnanya hijau muda. Daun bila diremas berbau harum.
Bunganya bunga majemuk tersusun dalam malai yang keluar dari ujung ranting, warnanya putih, baunya harum. Buahnya buah buni, bulat, diameter 8-9 mm, warnanya bila muda hijau, setelah masak menjadi merah gelap, rasanya agak sepat. Biji bulat, penampang sekitar 1 cm, warnanya coklat. Salam ditanam untuk diambil daunnya sebagai pelengkap bumbu dapur, kulit pohonnya dipakai sebagai bahan pewarna jala atau anyaman bambu. Perbanyakan dengan biji, cangkok atau stek.


Nama Lokal
- Gowok (Sunda)
- Manting (Jawa)
- Kastolam (Kangean)
- Meselangan, ubar serai (Melayu)
- Salam (Indonesia, Sunda, Jawa, Madura)


Penyakit Yang Dapat Diobati
Diare, Maag, Kencing manis, Mabuk akibat alkohol


PEMANFAATAN

Bagian Yang Dipakai
Daun, kulit batang, akar dan buah.

Kegunaan:
- Diare.
- Sakit maag (gastritis).
- Kencing manis.
- Mabuk akibat alkohol.



PEMAKAIAN


Untuk minum
7-20 lembar daun, direbus.

Pemakaian luar
Kulit batang, daun atau akar setelah dicuci bersih digiling halus sampai seperti bubur. Digunakan untuk pemakaian setempat pada infeksi kulit seperti kudis dan gatal-gatal.


CARA PEMAKAIAN

(1). Diare
15 g daun dicuci bersih lalu direbus dengan 1 gelas air bersih selama
15 menit. Tambahkan sedikit garam. Setelah dingin disaring lalu
diminum.


(2). Kencing Manis
7 lembar daun salam dicuci bersih lalu direbus dengan 3 gelas air
bersih sampal tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, dibagi untuk
2 kali minum.


(3). Sakit Maag
15-20 lembar daun dicuci bersih, rebus dengan 1/2 liter air sampai
mendidih. Tambahkan gula merah secukupnya. Minum sebagai teh
setiap hari, sampai rasa penuh dan perih di lambung menghilang.


(4). Mabuk akibat alkohol
1 genggam buah salam yang sudah masak dicuci bersih lalu ditumbuk
sampai halus. Peras dan saring, lalu diminum.


(5). Kudis, gatal
Daun atau kulit batang atau akar, dicuci bersih lalu digiling halus
sampai menjadi adonan seperti bubur. Balurkan ketempat yang sakit.



KOMPOSISI

Sifat Kimiawi Dan Efek Farmakologis

Daun
Rasa kelat, wangi. Adstringen.

Kandungan Kimia
Minyak atsiri (0,05 %) mengandung sitral dan eugenol, tanin dan flavonoida.



Kamis, 05 Maret 2009

Meniran (Phylanthus Urinaria)

meniran


Sinonim : Phylanthus Alatus, P. Cantonensis, P. Echinatus, P. Lepidocarpus, P. Leprocarpus

Familia : Euphorbiaceae


URAIAN

Morfologi Meniran

Batang
Berbentuk bulat berbatang basah dengan tinggi kurang dari 50 cm.

Daun
Mempunyai daun yang bersirip genap setiap satu tangkai daun terdiri dari daun majemuk yang mempunyai ukuran kecil dan berbentuk lonjong.


Bunga
Terdapat pada ketiak daun menghadap kearah bawah.

Syarat Tumbuh
Meniran tumbuhan berasal dari daerah tropis yang tumbuh liar di Hutan-hutan, ladang-ladang, Kebun-kebun maupun pekarangan halaman rumah, pada umumnya tidak dipelihara, karena dianggap tumbuhan rumput biasa. Meniran tumbuh subur ditempat yang lembab pada dataran rendah sampai ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut.

Nama Lokal
- Child pick a back (Inggris)
- Kilanelli (India)
- Meniran (Jawa)
- Zhen chu cao, Ye xia zhu (Cina)
- Gasau madungi (Ternate)


Penyakit Yang Dapat Diobati
- Sakit kuning (lever)
- Malaria
- Demam
- Ayan
- Batuk
- Haid lebih
- Disentri
- Luka bakar
- Luka koreng
- Jerawat



PEMANFAATAN

(1). Sakit Kuning

[a]. Cara Pertama :

Bahan Utama
16 Tanaman Meniran (akar, batang, daun)

Bahan Tambahan

Cara membuat
Tanaman meniran dicuci lalu ditumbuk halus dan direbus dengan 2 gelas air susu sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas.

Cara menggunakan
Disaring dan diminum sekaligus; dilakukan setiap hari.


[b]. Cara Kedua :

Bahan Utama
7 batang tanaman meniran (akar, Batang dan bunga)

Bahan Tambahan
7 buah Bunga cengkeh kering, 5 cm rimpang umbi temulawak, 1 potong kayu manis

Cara Membuat
Seluruh bahan direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal gelas

Cara menggunakan
Disaring dan diminum 2 kali sehari.


(2). Malaria

Bahan utama
7 Batang tanaman Meniran lengkap

Bahan tambahan
5 Biji bunga cengkeh kering, 1 potong kayu manis

Cara membuat
Seluruh bahan dicuci bersih, kemudian ditumbuk halus dan direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih.

Cara menggunakan
Disaring dan diminum 2 kali sehari.


(3). Ayan

Bahan Utama
17 - 21 batang tanaman meniran (akar, batang, daun dan Bunga)

Cara membuat
Bahan dicuci bersih, kemudian direbus dengan 5 gelas air sampai mendidih hingga tinggal ± 2,5 gelas.

Cara menggunakan
Disaring dan diminum 1 kali sehari sehari 3/4 gelas selama 3 hari berturut-turut


(4). Demam

Bahan utama
3-7 batang Tanaman meniran lengkap (akar, batang, daun dan bunga).

Cara Membuat
Bahan dicuci bersih, kemudian diseduh dengan 1 gelas air panas .

Cara menggunakan
Disaring, kemudian diminum sekaligus.


(5). Batuk

Bahan Utama
3 - 7 batang tanaman meniran lengkap (akar, batang, daun, bunga)

Bahan tambahan
Madu secukupnya.

Cara membuat
Bahan dicuci bersih, kemudian ditumbuk halus dan direbus dengan 3 sendok makan air masak, hasilnya dicampur dengan 1 sendok makan madu sampai merata.

Cara menggunakan
Diminum sekaligus dan dilakukan 2 kali sehari


(6). Haid berlebihan

Bahan Utama
3 - 7 potong akar Meniran kering

Bahan tambahan
1 gelas air tajin

Cara membuat
Bahan ditumbuk halus dan direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih, Kemudian ditambah dengan 1 gelas air tajin dan diaduk sampai rata.

Cara menggunakan
Disaring dan diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.



(7). Disentri

Bahan Utama
17 batang tanaman meniran lengkap (akar, batang, daun dan bunga)

Cara membuat
Direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih

Cara menggunakan
Disaring dan diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.


(8). Luka Bakar Kena Api atau Air Panas

Bahan Utama
3 - 7 batang tanaman meniran lengkap (akar, batang, daun dan bunga)

Bahan Tambahan
1 Rimpang umbi temulawak (4 cm), 3 buah bunga cengkeh kering, 1 potong kayu Manis.

Cara membuat
Bahan utama ditumbuk halus, dan temulawak diiris-iris . Kemudian dicampur dengan bahan -bahan yang lain dan direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih.


(9). Luka Koreng

Bahan Utama9 - 15 batang meniran lengkap (akar, batang, daun dan bunga)

Cara membuat
Bahan Utama dicuci Bersih dan ditumbuk halus. Kemudian direbus dengan 1 cerek air.

Cara menggunakan
Dalam keadaan hangat-hangat dipakai untuk mandi.


(10). Jerawat

Bahan Utama
7 Batang tanaman meniran

Bahan Tambahan
1 Rimpang umbi kunyit (4 cm)

Cara membuat
Seluruh bahan dicuci sampai bersih dan ditumbuk sampai halus, Kemudian direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas.

Cara menggunakan
Disaring dan diminum sekaligus, ulangi secara teratur setiap hari.


KOMPOSISI

Senyawa kimia yang terkandung dalam tumbuhan meniran ...
- Zat Filantin
- Kalium
- Mineral
- Damar
- Zat Penyamak

Jumat, 27 Februari 2009

Cara Atasi Bibir Sariawan

sariawan

Bibir pecah-pecah, kedengarannya merupakan masalah sederhana. Tapi, jika sudah pernah merasakannya, Anda pastinya sudah tahu kalau masalah ini bisa menyebabkan iritasi dan menimbulkan rasa sakit, terutama saat makan. Bibir pecah-pecah ini juga bisa mengalami peradangan dan menimbulkan luka goresan. Jika tidak ditangani dengan benar malah bisa memicu retakan dan perdarahan pada bibir. Hal ini tentunya akan sangat mengganggu aktivitas Anda. Tetapi, masalah ini bisa dicegah dan jika sudah mengalaminya, Anda juga bisa melakukan berbagai cara untuk menghentikannya. Berikut beberapa tip yang bisa menjadi panduan Anda dalam mencegah dan mengatasi masalah bibir pecah-pecah.


Pencegahan

Saat bibir mulai mengering, biasanya hal pertama yang mungkin Anda lakukan adalah berusaha melembabkannya dengan cara menjilatnya. Hal ini akan meredakan masalah bibir kering untuk sementara waktu. tapi, begitu ludah mengering, bibir Anda bahkan akan lebih kering dari sebelumnya. Penyebabnya, menjilat bibir akan menghilangkan minyak pelindung alami bibir Anda. Selain itu, zat kimia di ludah yang berfungsi mencerna makanan malah akan berusaha "mencerna" bibir. Karena itu, salah satu cara mencegah bibir kering jadi pecah-pecah adalah dengan berusaha tidak menjilatnya.

Ada baiknya menjaga kelembaban tubuh sepanjang hari dengan memperbanyak minum air. Selain itu, saat berada di luar ruangan, jangan lupa melindungi kulit bibir Anda dengan lip balm yang mengandung sunscreen bagi bibir sensitif Anda. Jika Anda perokok, maka berhentilah. Merokok akan mengeringkan minyak bibir dan meninggalkan bibir dalam keadaan kering sehingga mudah pecah-pecah.



Penanganan

Jika segala upaya pencegahan gagal dan bibir Anda tetap pecah-pecah dan berdarah, segeralah melakukan pengobatan. Cara pertama, pilihlah lip balm yang didisain khusus untuk bibir pecah-pecah. Hal ini berfungsi mencegah penambahan bibir pecah-pecah. Dan untuk mengangkat sel-sel kulit kering dari bibir, oleskan vaseline dalam jumlah kecil ke sikat gigi (yang masih baru dan hanya sekali pakai) kemudian gosokkan secara perlahan ke area yang mengering di bibir. Hal ini akan mengangkat semua sel-sel kulit mati dan kulit kering dari bibir Anda. Akan tetapi, hindari hal ini jika bibir dalam keadaan berdarah. Jika bibir meradang, oleskan krim hydrocortisone untuk mengurangi peradangan.

Selain itu, pastikan menjaga kelembaban tubuh dengan memperbanyak minum air dan menghindari minuman yang berkafein setiap harinya. Dan jika ruangan Anda terasa kering dan panas, hidupkan pelembab ruangan untuk menjaga kelembaban udara. Udara kering juga bisa memperburuk kondisi bibir Anda.

Anda bisa juga mengatasi bibir pecah-pecah dengan mengoleskan sedikit mentega ke bibir. Cara ini bisa menjaga kelembutan bibir dan membantu menyembuhkan retakan.

Ambillah beberapa kelopak bunga mawar, selanjutnya rendam dalam susu segar selama beberapa jam. Hasil rendaman selanjutnya dioleskan ke bibir. Cara ini tidak hanya akan mengatasi kekeringan tetapi juga mencegah hilangnya warna pink di bibir.

Oleskan susu krim pada bibir. Ini bisa membantu mengangkat kulit kering yang mati dan melembutkan bibir.

Atau gosokkan potongan mentimun ke bibir. Cara ini bisa membantu mengatasi bibir kering dan pecah-pecah.

Anda juga bisa menggunakan gel lidah buaya untuk menghentikan bibir pecah-pecah.

Pastikan juga kalau tubuh Anda tidak kekurangan vitamin B, besi atau asam lemak esensial lainnya. kekurangn zat ini bisa memicu bibir pecah-pecah. Jadi, ada baiknya menggunakan multivitamin setelah berkonsultasi dengan dokter.


Senin, 16 Februari 2009

Daun Sendok (Plantago Mayor)

daunsendok

Sinonim : Plantago Aasiatica, Plantago Ccrenata, Plantago Depressa, Plantago Erosa, Plantago Exaltata, Plantago Hasskarlii, Plantago Incisa, Plantago Oureiri, Plantago Media.

Familia :
Planfaginaccae

Uraian
Daun sendok merupakan gulma di perkebunan teh dan karet, atau tumbuh liar di hutan, ladang, dan halaman berumput yang agak lembap,kadang ditanam dalam pot sebagai tumbuhan obat. Tumbuhan ini berasal dari daratan Asia dan Eropa, dapat ditemukan dari dataran rendah sampai ketinggian 3.300 m dpl. Tumbuhan obat ini tersebar luas di dunia dan telah dikenal sejak dahulu kala serta merupakan salah satu dari 9 turnbuhan obat yang dianggap sakral di Anglo Saxon. Terna menahun, tumbuh tegak, tinggi 15 - 20 cm. Daun tunggal, bertangkai panjang, tersusun dalam roset akar. Bentuk daun bundar telur sampai lanset melebar, tepi rata atau bergerigi kasar tidak teratur, permukaan licin atau sedikit berambut, pertulangan melengkung, panjang 5 - 10 cm, lebar 4 - 9 cm, warnanya hijau. Perbungaan majemuk tersusun dalam bulir yang panjangnya sekitar 30 cm, kecil-kecil, warna putih. Buah lonjong atau bulat telur, berisi 2 - 4 biji berwarna hitam dan keriput. Daun muda bisa dimasak sebagai sayuran Perbanyakan dengan biji.

Nama Lokal
- Ki urat, ceuli, c. uncal (Sunda)
- Meloh kiloh, otot-ototan, sangkabuah, sangkabuah, sangkuah, sembung otot, suri pandak (Jawa)
- Daun urat. daun urat-urat, daun sendok,; Ekor angin, kuping menjangan (Sumatera)
- Torongoat (Minahasa)
- Che qian cao (China)
- Ma de, xa tien (Vietnam)
- Weegbree (Belanda)
- Plantain, greater plantain, broadleaf plantain, rat's tail plantain, waybread, white man's foot (Inggris)

Penyakit Yang Dapat Diobati
- Infeksi saluran kencing
- Kencing berlemak
- Kencing berdarah
- Bengkak karena penyakit ginjal (nefrotik edema)
- Batu empedu
- Batu ginjal
- Radang prostat (prostatitis)
- Kencing sedikit
- Demam
- Influenza
- Batuk rejan (pertusis)
- Radang saluran napas (Bronkhitis)
- Diare
- Disentri
- Nyeri lambung
- Radang mata merah (konjungtivitis)
- Kencing manis (diabetes melitus)
- Cacingan,
- Gigitan serangga
- Hepatitis akut disertai kuning (hepatitis ikterik akut)
- Mimisan
- Gangguan pencernaan pada anak (dispepsia)
- Perangsang birahi (afrodisiak)
- Beser mani (spermatorea)
- Kencing sakit (disuria)
- Sukar kencing
- Penglihatan kabur
- Batuk darah, keputihan (leukore)
- Nyeri otot, mata merah
- Batuk berdahak
- Beri-beri
- Darah tinggi (hipertensi)
- Rematik gout
- Sakit kuning (jaundice).


BAGIAN YANG DIGUNAKAN
- Herba
- Biji
- Akar

Biji dikumpulkan setelah masak lalu digongseng atau digongseng dengan air asin.


INDIKASI

Herba berkhasiat mengatasi
- Gangguan pada saluran kencing seperti infeksi saluran kencing, kencing berlemak, kencing berdarah, bengkak karena penyakit ginjal (nefrotik edema), kencing sedikit karena panas dalam,
- Batu empedu, batu ginjal
- Radang prostat (prostatitis)
- Influenza, demam, batuk rejan (pertusis), radang saluran napas (bronkitis)
- Diare, disentri, nyeri lambung
- Radang mata merah (konjungtivitis), menerangkan penglihatan yang kabur
- Kencing manis (DM)
- Hepatitis akut disertai kuning (hepatitis ikterik akut)
- Cacingan, gigitan serangga
- Perdarahan seperti mimisan, batuk darah.

Akar berkhasiat untuk mengatasi
- Keputihan (leukore) dan
- Nyeri otot.

Biji berkhasiat untuk mengatasi
- Gangguan pencernaan pada anak (dispepsia)
- Perangsang birahi (afrodisiak), beser mani (spermatorea)
- Kencing sakit (disuria), sukar kencing, rasa penuh di perut bagian bawah
- Diare
- Disentri
- Cacingan
- Penglihatan kabur
- Mata merah, bengkak dan terasa sakit akibat panas pada organ hati
- Batuk disertai banyak dahak
- Beri-beri, darah tinggi (hipertensi)
- Sakit kuning (jaundice)
- Rematik gout.

CARA PEMAKAIAN
Herba kering sebanyak 10 - 15 g atau yang segar sebanyak 15 30 g direbus, lalu diminum airnya. Bisa juga herba segar ditumbuk lalu diperas dan saring untuk diminum. Untuk pemakaian bijinya, siapkan 10 - 15 g biji daun sendok, lalu direbus dan diminum airnya. Untuk pemakaian luar, herba segar dipipis lalu dibubuhkan pada luka berdarah, tersiram air panas atau bisul, lalu dibalut. Pemakaian juga bisa dengan cara direbus, lalu airnya untuk kumur-kumur pada dang gusi dan sakit tenggorok. Bisa juga digunakan dengan cara digiling halus, lalu dibuat salep untuk mengatasi bisul, abses, dan koreng.


CONTOH PEMAKAIAN

(1). Melancarkan kencing

a. Herba daun sendok segar sebanyak 6 ons dicuci, tambahkan gula batu secukupnya. Bahan tersebut direbus dengan 3 liter air, sampai air rebusannya tersisa separo. Minum seperti air teh habiskan dalam sehari.

b. Herba daun sendok segar dicuci lalu ditumbuk sampai lumat Peras dan saring sampai airnya terkumpul 1/2 gelas. Tambahkan madu 1 sendok makan, lalu diminum sekaligus.

(2). Kencing berdarah :
Herba daun sendok segar dicuci lalu ditumbuk sampai lumat. Peras dan saring sampai airnya terkumpul 1 gelas. Minum sebelum makan

(3). Disentri panas
Herba daun sendok segar dicuci lalu ditumbuk halus. Peras dan saring sampai terkumpul 1 gelas. Tambahkan madu 2 sendok makan sambil diaduk merata. Air perasan,tersebut lalu ditim sebentar. Minum sekaligus selagi hangat.

(4). Disentri basiler, diare
Herba daun sendok segar sebanyak 30 g setelah dicuci bersih lalu direbus dengan 2 gelas air sampai air rebusannya tersisa 1 gelas Setelah dingin disaring, airnya diminum sehari 2 kali, masing-masing 1/2 gelas.
(5). Mimisan
Daun sendok segar sebanyak 15 g dicuci lalu dipipis. Seduh dengan secangkir air panas. Setelah dingin diperas dan disaring, lalu diminum sekaligus.

(6). Batuk sesak, batuk darah
Herba daun sendok segar sebanyak 60 g dicuci lalu tambahkan air bersih sampai terendam dan 30 g gula batu. Ditim sampai mendidih selama 15 menit. Minum selagi hangat.


KOMPOSISI

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Herba ini bersifat manis dan dingin. dan menghilangkan haus. Biji bersifat manis, dingin, masuk meridian ginjal, hati, usus halus dan paru.

KANDUNGAN KIMIA
Herba ini mengandung plantagin, aukubin, asam ursolik, Beta-si- tosterol, n-hentriakontan, dan plantagluside yang terdiri dari methyl D-galakturonat, D-galaktosa, L-arabinosa dan L-rhammosa. Juga rnengandung tanin, kalium dan vitamin (B1, C, A). Kalium bersifat peluruh kencing dan melarutkan endapan garam kalsium yang terdapat dalam ginjal dan kandung kencing. Zat aktif aukubin selain berkhasiat melindungi hati terhadap pengaruh zat beracun yang dapat rnerusak sel-sel hati (hepatoprotektor), juga berkhasiat antiseptik. Biji (che qian zi) daun sendok mengandung asam planterolik, plantasan (dengan komposisi xylose, arabinose, asam galacturonat dan rharnnose), protein, musilago, aucubin, asam suksinat, adenin, cholin, katalpol, syringin, asam lemak (palmitat, stearat, arakidat, oleat, linolenat dan lenoleat), serta flavanone glycoside. Sedangkan bagian akar mengandung naphazolin.

Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian

(1). Fraksi etil asetat (asam) daun sendok dengan dosis 2 glkg bb yang diberikan secara oral pada tikus putih jantan yang telah diinduksi dengan asetosal 200 mglkg bb, ternyata mempunyai aktivitas antiuicer. Penapisan fitokimia fraksi etil asetat asam menunjukkan adanya golongan triterpenoid dan monoterpenoid (Sariati, Jurusan Farinasi FMIPA UNPAD, 1993).

(2). Infus daun sendok 10% dan 20% terhadap kelarutan Ca dan Mg dari batu ginjal secara in vitro, mernpunyai efek melarutkan kalsium dan magnesium dari batu ginjal secara bermakna dibandingkan air suling (Ismedsyah, Jurusan Farmasi FMIPA USU, 199 1).

(3). Ekstrak daun sendok pada konsentrasi 1 - 3 g/wi menunjukkan daya antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Shigella sonnei (Meriana Sugiarto, Fak. Farmasi Univ. Katolik Widya Mandala, .1992).