Jumat, 08 Mei 2009

Patikan Kebo (Euphorbia Hirta)

patikankebo

Sinonim : Euphorbia pilulifera, Linn. E. capitata, Wall.
Familia : Euphorbiaceae

Uraian
Patikan kerbau (Euphorbia hirta) merupakan suatu tumbuhan liar yang banyak ditemukan di daerah kawasan tropis. Di Indonesia tumbuhan Patikan kerbau dapat ditemukan diantara rerumputan tepi jalan, sungai, kebun-kebun atau tanah pekarangan rumah yang tidak terurus. Biasanya patikan kerbau ini hidup jadi satu dengan Patikan Cina (Euphorbia Prostrata, Ait) pada ketinggian 1 - 1400 meter di atas permukaan laut. Tumbuhan patikan kerbau mampu bertahan hidup selama 1 tahun dan berkembang biak melalui biji. Patikan kerbau mempunyai warna dominan kecoklatan dan bergetah. Banyak pohonya memiliki cabang dengan diameter ukuran kecil. Daun Patikan kerbau mepunyai bentuk bulat memanjang dengan taji-taji. Letak daun yang satu dengan yang lain berhadap-hadapan. Sedang bunganya muncul pada ketiak daun. Patikan kerbau hidupnya merambat (merayap) di tanah.


Nama Lokal
- Fei Yang Cao (Cina)
- Amanpat chaiarisi (India)
- Gelang susu (Malaysia)
- Patikan Kerbau (Indonesia)
- Nanangkaan (Sunda)
- Patikan Kebo, Patikan Jawa (Jawa)
- Kak sekaan (Madura)
- Sosononga, Lobi-lobi (Halmahera)

Penyakit Yang Dapat Diobati
- Radang tenggorokan
- Bronkhitis
- Asma
- Disentri
- Radang perut
- Diare
- Kencing darah
- Radang kelenjar susu
- Payudara bengkak
- Eksim

(1). Radang tenggorokan
Bahan
Daun patikan kerbau secukupnya.

Cara membuat
Diseduh dengan air panas secukupnya;

Cara menggunakan
Disaring dan dipakai untuk kumur.

(2). Bronkhitis
Bahan
1 genggam daun patikan kerbau dan 1/2 botol Coca Cola

Cara membuat
Kedua Bahan tersebut direbus sampai mendidih

Cara menggunakan
Disaring dan diminum 3 kali sehari 1/2 cangkir.

(3). Asma
Bahan
1 genggam daun patikan kerbau kering

Cara membuat:
Direbus dengan 2-3 gelas air sampai mendidih

Cara menggunakan:
Disaring dan diminum 2 kali sehari 1/2 gelas, pagi dan sore.
4. Disentri, Radang perut, Diare dan Kencing darah
Bahan
1 genggam daun patikan kerbau dan 1 potong gula batu

Cara membuat
Direbus bersama-sama dengan 3 gelas air sampai mendidih

Cara menggunakan:
disaring dan diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

(5). Radang Kelenjar Susu atau Payu Dara Bengkak
Bahan
1 genggam daun patikan kerbau dan 2 sendok kedelai

Cara membuat:
kedua Bahan tersebut direbus dengan 3-5 gelas air sampai mendidih

(6). Eksim
Bahan
Daun patikan kerbau secukupnya

Cara membuat
Direbus dengan air secukupnya

Cara menggunakan
Dipakai untuk mencuci bagian yang sakit.


KOMPOSISI
Patikan kerbau (Euphorbia hirta) mengandung beberapa unsur kimia, diantaranya : alkaloida, tanin, senyawa folifenol (seperti asam gallat), flavonoid quersitrin, ksanthorhamnin, asam-asam organik palmitat oleat dan asam lanolat. Di samping itu, patikan kerbau juga mengandung senyawa terpenoid eufosterol, tarakserol dan tarakseron serta kautshuk.

Jumat, 01 Mei 2009

Rumput Mutiara (Hedyotis Corymbosa)

rumputmutiara

Sinonim : Oldenlandia corymbosa

Familia : Rubiaceae


Uraian :

Rumput tumbuh rindang berserak, agak lemah, tinggi 15 - 50 cm, tumbuh subur pada tanah lembab di sisi jalan, pinggir selokan, mempunyai banyak percabangan. Batang bersegi, daun berhadapan bersilang, tangkal daun pendek/hampir duduk, panjang daun 2 - 5 cm, ujung runcing, tulang daun satu di tengah. Ujung daun mempunyal rambut yang pendek. Bunga ke luar dari ketiak daun, bentuknya seperti payung berwarna putih, berupa bunga majemuk 2-5, tangkai bunga (induk) keras seperti kawat, panjangnya 5 10 mm. Buah built, ujungnya pecah-pecah. Rumput ini mempunyai khasiat sama seperti Hedyotis diffusa Willd. = Rumput Iidah ular = Baihua she she cao.



Nama Lokal :

- Rumput siku-siku, bunga telor belungkas (Indonesia)
- Daun mutiara, rumput mutiara (Jakarta)
- Katepan, urek-urek polo (Jawa)
- Pengka (Makasar)
- Shui xian cao (China)



Penyakit Yang Dapat Diobati :

Tonsilis, Bronkhitis, Gondongan, Pneumonia, Radang usus buntu; Hepatitis, Radang panggul, Infeksi saluran kemih, Bisul, Borok; Kanker: Lymphosarcoma, Ca lambung, Ca cervix, kanker payudara, rectum, fibrosarcoma, dan Ca nasophar;



Bagian Yang Dipakai :

Seluruh tanaman, segar atau dikeringkan.


Kegunaan :

- Tonsilitis, pharyngitis, bronchitis, pneumonia, gondongan (Mumps).
- Radang usus buntu (Acute appendicitis).
- Hepatitis, cholecystitis.
- Penyakit radang panggul (Pelvic inflammatory disease), infeksi saluran kemih.
- Bisul (carbuncle), borok,
- Kanker: Lymphosarcoma, Ca lambung, Ca cervix, kanker payudara, rectum, fibrosarcoma, dan Ca nasopharynx.




Pemanfaatan :

Pemakaian Dalam :
15 - 60 gr, rebus. Sudah dibuat tablet, granule, dan obat suntik.

Pemakaian Luar :
- Memar, pyodermi, gigitan ular, tersiram air panas, tulang patah, terkilir : Lumatkan herba segar, untuk dibubuhkan di tempat yang sakit.

- Tersiram air panas : Herba segar secukupnya direbus, untuk cuci.



Cara Pemakaian :

(1). Radang usus buntu (Acute simple appendicitis) dan peritonitis lokal yang ringan :
60 gr herba direbus, dibagi untuk 2 - 3 X minum, selama 6 - 8 hari. Pada kasus berat, harus dengan campuran lain.

(2). Sumbatan saluran sperma (Epididymic stasis):
30 gr herba ini direbus, minum selama 3 - 4 minggu, pada kasus-kasus nyeri buah zakar akibat gumpalan sperma setelah dilakukan pengikatan saluran epididymis.

(3). Kanker :
30 - 60 gr direbus, minum. Ditambahkan pada pengobatan convensional/obat anti neoplastic, baik bersama-sama atau diberikan berseling.



Efek Yang Menyimpang

Beberapa penderita merasakan mulut kering setelah pemakaian selama 10 hari. Suntikan dosis tinggi menyebabkan penurunan sel darah putih yang ringan, dan kembali normal setelah 3 - 5 hari obat dihentikan. Beberapa kasus chronic asthmatic bronchitis menyebabkan nervous.



Komposisi

Sifat Kimiawi Dan Efek Farmkologis

Rasa manis, sedikit pahit, lembut, netral, agak dingin. Menghilangkan panas, anti-radang, diuretik, menyembuhkan bisul (anti carbuncular), menghilangkan panas dan toxin, mengaktifkan circulasi darah.

Kandungan Kimia

Baihua she-she cao mengandung: Hentriacontane, stigmasterol, ursolic acid, oleanolic acid, Beta-sitosterol, sitisterol-D-glucoside, p-coumaric acid, flavonoid glycosides, dan baihuasheshecaosu (kemungkinan analog coumarin).


Sabtu, 25 April 2009

Cara Menghindari Kerusakan Gigi

gula

Sikat gigi bukanlah satu-satunya senjata yang mampu melindungi gigi Anda. Pola makan Anda juga bisa membantu! Selain menggosok gigi dan menggunakan benang gigi, makanan yang sehat (dengan fluorida tambahan atau alami) akan melindungi gigi dari kebusukan dan juga membantu menjaga kesehatan gusi.

Kebusukan gigi (lubang dan karies gigi) dan penyakit gusi disebabkan oleh koloni bakteri yang selalu melapisi gigi dengan lapisan tipis yang disebut plak. Jika plak ini tidak dibersihkan, bakteri yang ada akan memecah gula dan zat tepung dalam makanan yang akan menghasilkan asam yang merusak enamel gigi. Plak dapat mengeras menjadi tartar, yang dapat menyebabkan radang gusi, yang dikenal sebagai gingvitis.
Diet yang seimbang akan memberikan mineral, vitamin, dan berbagai zat gizi yang penting untuk kesehatan gigi dan gusi. Fluorida, yang sering muncul di berbagai makanan dan air, dapat membantu memerangi kerusakan gigi. Hal ini dapat mengurangi tingkat kerusakan sampai dengan 60%. Dental Health Guidelines dimulai dengan mengingatkan untuk makan dengan benar selama masa kehamilan. Pastikan bahwa gigi anak anda memiliki awal yang baik dengan makan makanan yang sehat selama kehamilan. Hal yang penting adalah kalsium, yang akan membantu membangun gigi dan tulang yang kuat. Serta vitamin D, yang dibutuhkan untuk menyerap kalsium.

Anda akan membutuhkan sejumlah besar kalsium untuk gigi dan tulang yang kuat. Produk susu rendah lemak, susu kedelai, salmon kaleng dan sardin (dengan tulang), almond, sayuran hijau adalah sumber kalsium yang baik. Vitamin D diperlukan untuk menyerap kalsium. Vitamin D didapat dari susu cair, susu kedelai, margarin, ikan berlemak: salmon, atau sinar matahari.

Kuncinya adalah fluorida. Lubang gigi dapat dicegah dengan memberikan fluorida kepada anak-anak dalam tahun-tahun pertama kehidupan mereka. Fluorida didapat dari air, teh, ikan, dan berbagai merek pasta gigi dan mouthwash. Berhati-hatilah untuk asupan fluorida, karena fluorida dapat menyebabkan gigi menjadi belang.

Selain ketiga hal di atas, dibutuhkan juga fosfor, magnesium, vitamin A dan beta karoten. Fosfor banyak ditemukan dalam daging, ikan dan telur, magnesium ditemukan di biji-bijian, bayam dan pisang. Vitamin A juga dibutuhkan untuk membangun gigi dan tulang yang kuat. Sumber beta karoten, yang diubah menjadi vitamin A oleh tubuh, adalah buah berwarna oranye, sayuran berwarna hijau dan oranye.

Anak-anak sangat mudah terserang kerusakan gigi, sehingga sebaiknya mulai kecil anak diajari untuk makan makanan yang baik bagi kesehatan gigi dan gusi. Bantu anak untuk menggosok gigi sampai mereka mampu melakukannya sendiri (usia 6 sampai 7 tahun). Pastikan bahwa anak selalu menggosok gigi dan menggunakan benang gigi seterusnya. Jangan biarkan botol susu ditinggal bersama bayi (karena mengandung laktosa), juga jangan biarkan botol jus atau minuman manis yang lain. Jangan pernah mencelupkan dot bayi ke madu atau sirup.



Minggu, 19 April 2009

Sidaguri (Sida Rhombifolia)

sidoguri


Sinonim : S. alnifolia Lour., S. phillippica DC., S. retusa L., S. semicrenata Link., S. spinosa L.

Familia : Malvaceae


Uraian :
Sidaguri tumbuh liar di tepi jalan, halaman berrumput, hutan, ladang, dan tempat-tempat dengan sinar matahari cerah atau sedikit terlindung. Tanaman ini tersebar pada daerah tropis di seluruh dunia dari dataran rendah sampai 1.450 m dpl. Perdu tegak bercabang ini tingginya dapat mencapai 2 m dengan cabang kecil berambut rapat. Daun tunggal, letak berseling, bentuknya bulat telur atau lanset, tepi bergerigi, ujung runcing, pertulangan menyirip, bagian bawah berambut pendek warnanya abu-abu, panjang 1,5-4 cm, lebar 1--1,5 cm. Bunga tunggal berwarna kuning cerah yang keluar dari ketiak daun, mekar sekitar pukul 12 siang dan layu sekitar tiga jam kemudian. Buah dengan 8--10 kendaga, diameter 6--7 mm. Akar dan kulit sidaguri kuat, dipakai untuk pembuatan tali. Perbanyakan dengan biji atau setek batang.



NAMA LOKAL

Nama Daerah
- Sumatera : guri, sidaguri, saliguri.
- Jawa : sadagori, sidaguri, otok-otok, taghuri, sidagori.
- Nusa Tenggara : kahindu, dikira.
- Maluku : hutu gamo, bitumu, digo, sosapu.

Nama Asing
Huang hua mu (C), walis-walisan (Ph), sida hemp, yellow barleria (I).

Nama Simplisia
Sidae rhombifoliae Herba (herba sidaguri), Sidae rhombifoliae radix (akar sidaguri).


Penyakit Yang Dapat Diobati :
Herba sidaguri rasanya manis, pedas, sifatnya sejuk, masuk meridian jantung, hati, paru-paru, usus besar, dan usus kecil. Sidaguri berkhasiat antiradang, penghilang nyeri (analgesik), peluruh kencing (diuretik), peluruh haid, dan pelembut kulit. Akar rasanya manis, tawar, sifatnya sejuk. Merangsang enzim pencernaan, mempercepat pematangan bisul, antiradang, dan abortivum.


PEMANFAATAN

Bagian Yang Digunakan
Seluruh tumbuhan di atas tanah (herba) dan akar dapat digunakan sebagai obat. Bisa digunakan segar atau yang telah dikeringkan.


INDIKASI

Herba digunakan untuk mengatasi:

- Influenza
- Demam
- Radang amandel (tonsilitis)
- Difteri
- TBC kelenjar (scrofuloderma)
- Radang usus (enteritis)
- Disentri
- Sakit kuning (jaundice)
- Malaria
- Batu saluran kencing
- Sakit lambung
- Wasir berdarah
- Muntah darah
- Terlambat haid
- Cacingan.


Akar digunakan untuk mengatasi :

- Influenza
- Sesak napas (asma bronkhiale)
- Disentri
- Sakit kuning
- Rematik gout
- Sakit gigi
- Sariawan
- Digigit serangga berbisa
- Kurang nafsu makan
- Susah buang air besar (sembelit)
- Terlambat haid
- Bisul yang tak kunjung sembuh.


Bunga digunakan untuk obat luar pada :
Gigitan serangga


CARA PEMAKAIAN

Utuk diminum airnya, rebus herba kering (15--30 g) atau herba segar (30-60 g). Jika menggunakan akar, dosisnya 10-15 g, atau menggunakan takaran besar sebanyak 30--60 g, rebus, Ialu minum airnya.

Untuk pemakaian luar, tempelkan herba segar atau akar yang telah digiling halus ke bagian tubuh yang sakit, seperti bisul, koreng, TBC kelenjar, gigitan ular. Selain itu, bisa juga direbus, gunakan airnya untuk mencuci ekzema pada kantung buah zakar atau untuk mandi pada cacar air.


CONTOH PEMAKAIAN

(1). Rematik
Rebus herba sidaguri kering (30 g) dengan tiga getas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan,minum sehari dua kali, masing-masing setengah gelas. Cuci akar sidaguri kering (30 g), lalu iris tipistipis. Rebus dengan tiga gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum sehari dua kali, masing-masing setengah gelas.

(2). Bisul kronis

Untuk obat yang diminum, iris tipis batang dan akar sidaguri kering (60 g). Tambahkan gula merah (30 g) dan air matang secukupnya sampai simplisia terendam seluruhnya, lalu tim. Setelah dingin, minum airnya sekaligus.

Untuk obat luar, cuci lima jari akar sidaguri, lalu tumbuk halus. Tambahkan air garam secukupnya sambil diremas. Gunakan ramuan ini untuk menurap bisul, lalu balut. Lakukan dua kali sehari.

(3). Ekzema
Cuci herba sidaguri segar (60 g), lalu potong-potong seperlunya. Masukkan ke dalam mangkuk, tambahkan air masak sampai terendam seturuhnya dan tim. Setelah dingin, minum airnya.

(4). Kulit gatal, kurap pada kepala
Cuci daun sidaguri segar secukupnya, lalu tumbuk halus. Tambahkan minyak kelapa, lalu aduk sampai merata. Oleskan pada kulit yang gatal atau kurap. Ulang sehari tiga kali, sampai sembuh.

(5). TBC kelenjar
Untuk obat yang diminum, cud herba sidaguri segar (60 g), lalu potong-potong seperlunya. Tambahkan daging (60 g), lalu tim. Setelah dingin, minum airnya dan dagingnya dimakan. Untuk obat luar, giling daun segar sampai halus, lalu tempelkan pada kelenjar limfe yang membesar.

(6). Terlambat haid
Cuci akar sidaguri (30 g), lalu cincang halus. Tambahkan daging (30 g), lalu rebus. Setelah dingin, minum airnya dan makan dagingnya. Lakukan selama beberapa hari.

(7). Cacing keremi
Cuci daun sidaguri segar (setengah genggam), lalu giling sampai halus. Tambahkan tiga perempat cangkir air matang dan sedikit garam, lalu peras dengan kain. Minum air saringannya sekaligus. Lakukan dua kali sehari.

(8). Sesak napas (asma)
Potong tipis akar sidaguri (60 g), tambahkan gula pasir (30 g), lalu rebus dengan tiga gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum sehari dua kali, masing-masing setengah gelas.

(9). Perut mulas
Kunyah akar sidaguri dan jahe secukupnya, lalu telan airnya. .

(10). Sakit gigi
Kunyah akar sidaguri secukupnya dengan gigi yang sakit.

(11). Luka berdarah
Cuci akar sidaguri segar secukupnya, lalu tumbuk sampai halus. Tempelkan pada luka yang berdarah, lalu balut.


Catatan
Perempuan hamil dilarang menggunakan tumbuhan obat ini.


KOMPOSISI

Daun mengandung alkaloid, kalsium oksalat, tanin, saponin, fenol, asam amino, dan minyak asiri. Banyak mengandung zat phlegmatik yang digunakan sebagai peluruh dahak (ekspektoran) dan pelumas (lubricant).

Batang mengandung kalsium oksalat dan tanin.

Akar mengandung alkaloid, steroid, dan efedrine.

Minggu, 05 April 2009

Tapak Liman (Elephantopus Scaber)

tapakliman

Sinonim : Asterocephalus cochinchinensis, Scabiosa cochinchinensis

Familia : Compositae (Asteraceae)


Uraian :

Tumbuh liar di lapangan rumput, pematang, kadang-kadang ditemukan dalam jumlah banyak, terdapat di dataran rendah sampai dengan 1.200 m di atas permukaan laut. Terna tahunan, tegak, berambut, dengan akar yang besar, tinggi 10 cm - 80 cm, batang kaku berambut panjang dan rapat, bercabang dan beralur. Daun tunggal berkumpul di bawah membentuk roset, berbulu, bentuk daun jorong, bundar telur memanjang, tepi melekuk dan bergerigi tumpul. Panjang daun 10 cm - 18 cm, lebar 3 cm - 5 cm. Daun pada percabangan jarang dan kecil, dengan panjang 3 cm - 9 cm, lebar 1 cm - 3 cm. Bunga bentuk bonggol, banyak, warna ungu. Buah berupa buah longkah. Masih satu marga tetapi dari jenis lain, yaitu Elephantopus tomentosa L., mempunyai bunga wama putih, bentuk daun bulat telur agak licin, mempunyai efek therapy yang sama, tapi khasiat penurun panas dan anti radang kurang poten. Lebih sering digunakan pada rheumatic dan anti kanker.




Nama Lokal :

- Tapak liman (Indonesia)
- Tutup bumi (Sumatera)
- Balagaduk, jukut cancang, tapak liman (Sunda)
- Tampak liman, tapak tangan, talpak tana (Madura)
- Ku di dan (China)



Penyakit Yang Dapat Diobati :


Influenza, demam, Amandel, Radang tenggorokan, Radang mata; Dysentery, diare, gigitan ular, Batuk, Sakit kuning, Busung air; Radang ginjal, Bisul, Kurang darah, radang rahim, Keputihan.


PEMANFAATAN

Bagian Yang Dipakai

Seluruh tanaman, cuci, keringkan.


Kegunaan :

1. Influenza, demam, peradangan amandel, radang tenggorok, radang
mata.
2. Dysentery, diare, gigitan ular.
3. Epidemic encephalitis B., batuk seratus hari (Pertusis).
4. Sakit kuning, memperbaiki fungsi hati, busung air (ascites).
5. Radang ginjal yang akut dan kronik.
6. Bisul, eksema.
7. Kurang darah (anemia), radang rahim, keputihan.
8. Mempermudah proses kelahiran, pengobatan sesudah bersalin.
9. Pelembut kaki, peluruh dahak, peluruh haid, pembersih darah,
pengelat.





Cara Pemakaian :

(1). Hepatitis
120-180 gram akar segar + daging, rebus, minum, selama 4-5 hari

(2). Biri-biri
30-60 gram seluruh tanaman, 60-120 gram tahu, air secukupnya ditim, makan.

(3). Perut kembung
60 gram batang direbus, dibagi 2 kali minum.



KOMPOSISI

Sifat Kimiawi Dan Efek Farmakologis

Rasa pahit, pedas, sejuk. Penurun panas, Antibiotik, anti radang, peluruh air seni, menghilangkan pembengkakan, menetralkan racun.


Kandungan Kimia

Daun : Epifriedelinol, lupeol, stiqmasterol, triacontan-1-ol, dotria-contan-1-ol, lupeol acetate, deoxyelephantopin, isodeoxyelephantopin,

Bunga : Luteolin-7-glucoside.




Selasa, 24 Maret 2009

Salam (Syzygium Polyanthum)

salam

Sinonim : Eugenia polyantha, E. lucidula

Familia : Myrtaceae


Uraian

Salam tumbuh liar di hutan dan pegunungan, atau ditanam di pekarangan dan sekitar rumah. Tanaman ini dapat ditemukan dari dataran rendah sampai pegunungan dengan ketinggian 1,800 m dpi. Pohon bertajuk rimbun, tinggi mencapai 25 m, berakar tunggang, batang bulat, permukaan licin. Daun tunggal, letak berhadapan, bertangkai yang panjangnya 0,5-1 cm. Helaian daun bentuknya lonjong sampai elips atau bundar telur sungsang, ujung meruncing, pangkal runcing, tepi rata, panjang 5-15 cm, lebar 3-8 cm, pertulangan menyirip, permukaan atas licin berwarna hijau tua, permukaan bawah warnanya hijau muda. Daun bila diremas berbau harum.
Bunganya bunga majemuk tersusun dalam malai yang keluar dari ujung ranting, warnanya putih, baunya harum. Buahnya buah buni, bulat, diameter 8-9 mm, warnanya bila muda hijau, setelah masak menjadi merah gelap, rasanya agak sepat. Biji bulat, penampang sekitar 1 cm, warnanya coklat. Salam ditanam untuk diambil daunnya sebagai pelengkap bumbu dapur, kulit pohonnya dipakai sebagai bahan pewarna jala atau anyaman bambu. Perbanyakan dengan biji, cangkok atau stek.


Nama Lokal
- Gowok (Sunda)
- Manting (Jawa)
- Kastolam (Kangean)
- Meselangan, ubar serai (Melayu)
- Salam (Indonesia, Sunda, Jawa, Madura)


Penyakit Yang Dapat Diobati
Diare, Maag, Kencing manis, Mabuk akibat alkohol


PEMANFAATAN

Bagian Yang Dipakai
Daun, kulit batang, akar dan buah.

Kegunaan:
- Diare.
- Sakit maag (gastritis).
- Kencing manis.
- Mabuk akibat alkohol.



PEMAKAIAN


Untuk minum
7-20 lembar daun, direbus.

Pemakaian luar
Kulit batang, daun atau akar setelah dicuci bersih digiling halus sampai seperti bubur. Digunakan untuk pemakaian setempat pada infeksi kulit seperti kudis dan gatal-gatal.


CARA PEMAKAIAN

(1). Diare
15 g daun dicuci bersih lalu direbus dengan 1 gelas air bersih selama
15 menit. Tambahkan sedikit garam. Setelah dingin disaring lalu
diminum.


(2). Kencing Manis
7 lembar daun salam dicuci bersih lalu direbus dengan 3 gelas air
bersih sampal tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, dibagi untuk
2 kali minum.


(3). Sakit Maag
15-20 lembar daun dicuci bersih, rebus dengan 1/2 liter air sampai
mendidih. Tambahkan gula merah secukupnya. Minum sebagai teh
setiap hari, sampai rasa penuh dan perih di lambung menghilang.


(4). Mabuk akibat alkohol
1 genggam buah salam yang sudah masak dicuci bersih lalu ditumbuk
sampai halus. Peras dan saring, lalu diminum.


(5). Kudis, gatal
Daun atau kulit batang atau akar, dicuci bersih lalu digiling halus
sampai menjadi adonan seperti bubur. Balurkan ketempat yang sakit.



KOMPOSISI

Sifat Kimiawi Dan Efek Farmakologis

Daun
Rasa kelat, wangi. Adstringen.

Kandungan Kimia
Minyak atsiri (0,05 %) mengandung sitral dan eugenol, tanin dan flavonoida.



Kamis, 05 Maret 2009

Meniran (Phylanthus Urinaria)

meniran


Sinonim : Phylanthus Alatus, P. Cantonensis, P. Echinatus, P. Lepidocarpus, P. Leprocarpus

Familia : Euphorbiaceae


URAIAN

Morfologi Meniran

Batang
Berbentuk bulat berbatang basah dengan tinggi kurang dari 50 cm.

Daun
Mempunyai daun yang bersirip genap setiap satu tangkai daun terdiri dari daun majemuk yang mempunyai ukuran kecil dan berbentuk lonjong.


Bunga
Terdapat pada ketiak daun menghadap kearah bawah.

Syarat Tumbuh
Meniran tumbuhan berasal dari daerah tropis yang tumbuh liar di Hutan-hutan, ladang-ladang, Kebun-kebun maupun pekarangan halaman rumah, pada umumnya tidak dipelihara, karena dianggap tumbuhan rumput biasa. Meniran tumbuh subur ditempat yang lembab pada dataran rendah sampai ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut.

Nama Lokal
- Child pick a back (Inggris)
- Kilanelli (India)
- Meniran (Jawa)
- Zhen chu cao, Ye xia zhu (Cina)
- Gasau madungi (Ternate)


Penyakit Yang Dapat Diobati
- Sakit kuning (lever)
- Malaria
- Demam
- Ayan
- Batuk
- Haid lebih
- Disentri
- Luka bakar
- Luka koreng
- Jerawat



PEMANFAATAN

(1). Sakit Kuning

[a]. Cara Pertama :

Bahan Utama
16 Tanaman Meniran (akar, batang, daun)

Bahan Tambahan

Cara membuat
Tanaman meniran dicuci lalu ditumbuk halus dan direbus dengan 2 gelas air susu sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas.

Cara menggunakan
Disaring dan diminum sekaligus; dilakukan setiap hari.


[b]. Cara Kedua :

Bahan Utama
7 batang tanaman meniran (akar, Batang dan bunga)

Bahan Tambahan
7 buah Bunga cengkeh kering, 5 cm rimpang umbi temulawak, 1 potong kayu manis

Cara Membuat
Seluruh bahan direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal gelas

Cara menggunakan
Disaring dan diminum 2 kali sehari.


(2). Malaria

Bahan utama
7 Batang tanaman Meniran lengkap

Bahan tambahan
5 Biji bunga cengkeh kering, 1 potong kayu manis

Cara membuat
Seluruh bahan dicuci bersih, kemudian ditumbuk halus dan direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih.

Cara menggunakan
Disaring dan diminum 2 kali sehari.


(3). Ayan

Bahan Utama
17 - 21 batang tanaman meniran (akar, batang, daun dan Bunga)

Cara membuat
Bahan dicuci bersih, kemudian direbus dengan 5 gelas air sampai mendidih hingga tinggal ± 2,5 gelas.

Cara menggunakan
Disaring dan diminum 1 kali sehari sehari 3/4 gelas selama 3 hari berturut-turut


(4). Demam

Bahan utama
3-7 batang Tanaman meniran lengkap (akar, batang, daun dan bunga).

Cara Membuat
Bahan dicuci bersih, kemudian diseduh dengan 1 gelas air panas .

Cara menggunakan
Disaring, kemudian diminum sekaligus.


(5). Batuk

Bahan Utama
3 - 7 batang tanaman meniran lengkap (akar, batang, daun, bunga)

Bahan tambahan
Madu secukupnya.

Cara membuat
Bahan dicuci bersih, kemudian ditumbuk halus dan direbus dengan 3 sendok makan air masak, hasilnya dicampur dengan 1 sendok makan madu sampai merata.

Cara menggunakan
Diminum sekaligus dan dilakukan 2 kali sehari


(6). Haid berlebihan

Bahan Utama
3 - 7 potong akar Meniran kering

Bahan tambahan
1 gelas air tajin

Cara membuat
Bahan ditumbuk halus dan direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih, Kemudian ditambah dengan 1 gelas air tajin dan diaduk sampai rata.

Cara menggunakan
Disaring dan diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.



(7). Disentri

Bahan Utama
17 batang tanaman meniran lengkap (akar, batang, daun dan bunga)

Cara membuat
Direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih

Cara menggunakan
Disaring dan diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.


(8). Luka Bakar Kena Api atau Air Panas

Bahan Utama
3 - 7 batang tanaman meniran lengkap (akar, batang, daun dan bunga)

Bahan Tambahan
1 Rimpang umbi temulawak (4 cm), 3 buah bunga cengkeh kering, 1 potong kayu Manis.

Cara membuat
Bahan utama ditumbuk halus, dan temulawak diiris-iris . Kemudian dicampur dengan bahan -bahan yang lain dan direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih.


(9). Luka Koreng

Bahan Utama9 - 15 batang meniran lengkap (akar, batang, daun dan bunga)

Cara membuat
Bahan Utama dicuci Bersih dan ditumbuk halus. Kemudian direbus dengan 1 cerek air.

Cara menggunakan
Dalam keadaan hangat-hangat dipakai untuk mandi.


(10). Jerawat

Bahan Utama
7 Batang tanaman meniran

Bahan Tambahan
1 Rimpang umbi kunyit (4 cm)

Cara membuat
Seluruh bahan dicuci sampai bersih dan ditumbuk sampai halus, Kemudian direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas.

Cara menggunakan
Disaring dan diminum sekaligus, ulangi secara teratur setiap hari.


KOMPOSISI

Senyawa kimia yang terkandung dalam tumbuhan meniran ...
- Zat Filantin
- Kalium
- Mineral
- Damar
- Zat Penyamak